Jumat, 10 Juni 2011

HASIL PENELITIAN TINGKAT SMA KELAS XII IPA

BAB I
PENDAHULUAN

A.LATAR BELAKANG MASALAH
SMAN 2 Karimun merupakan sekolah yang terluas di Kabupaten Karimun dan letaknya sangat strategis karena terletak di atas bukit, sehingga kita bisa melihat pemandangan yang indah di atas bukit. Akan tetapi siswa – siswi, dan di lingkungan sekolahnya ( di dalam sekolah ).
Contohnya saja :

1.Terhadap Guru
•Ketika guru menerangkan mata pelajaran di depan kelas, siswa – siswi SMAN 2 Karimun hampir sebagian atau sekitar 40% bercerita dengan temannya, 5% tidur di kelas, 10% bermain handphone ( sms dengan pacar, main game online, dan internetan ), dan hanya 35% yang memperhatikan guru menerangkan di depan kelas.
•Ketika siswa – siswi SMAN 2 Karimun bertemu dengan guru mata pelajaran, pada waktu istirahat sebagian dari mereka atau 50% menyapa ( mengucapkan selamat pagi atau siang ) dan sebagian lainnya lagi 50% tidak menyapa guru mata pelajaran sama sekali.
•Siswa – siswi SMAN 2 Karimun ketika memasuki majelis guru tidak mengetuk pintu terlebih dahulu.
•Ketika siswa – siswi SMAN 2 Karimun ingin bertanya kepada guru mata pelajaran yang sedang berbicara di depan kelas, mereka tidak mengatakan “permisi” terlebih dahulu terhadap guru tersebut.
•Siswa – siswi SMAN 2 Karimun bermain di kelas ketika gurunya tidak hadir atau memiliki urusan.

2.Terhadap Teman
Siswa – siswi SMAN 2 Karimun ketika guru mata pelajaran tidak memasuki kelas, anak laki – lakinya mengganggu teman perempuan ( menarik rambutnya, menyembunyikan handphone, tas temannya dan mengganggu teman yang sedang mengerjakan tugas ) mencapai 5% sebaliknya anak perempuan mengganggu teman laki – laki yang sedang belajar ( berbicara keras ) juga mencapai 25% anak laki – laki saling berkelahi 25% dan anak perempuan saling berbicara keras sebanyak 25%.


3.Terhadap lingkungan sekolah
Siswa – siswi SMAN 2 Karimun ini 60% di antaranya membuang sampah dilaci meja, 10% lagi membuang sampah di selokan, dan hanya 30% lainnya membuang sampah di tempat yang sudah disediakan ( tong sampah ).
Selain masalah disiplin siswa – siswi di SMAN 2 Karimun, dalam lingkungan masyarakat juga terdapat masalah, terutama di bidang kedisiplinan di luar lingkungan sekolah, lebih utama lagi bagi anak laki – laki yang merokok di tengah jalan memakai seragam SMAN 2 Karimun, ngebut di jalan, sampai melanggar lalu lintas, sedangkan bagi yang perempuan memakai pakaian yang tidak senonoh ( seksi ) seperti rok di atas lutut dan berjalan – jalan ( mejeng ) di pasar.



B.RUMUSAN DAN PEMBATASAN MASALAH
1.Apa yang menyebabkan siswa – siswi SMAN 2 Karimun tidak berdisiplin?
2.Siapa yang menangani dan bertanggung jawab terhadap siswa – siswi SMAN 2 Karimun yang tidak sopan?
3.Mengapa siswa – siswi SMAN 2 Karimun tidak berdisiplin?
4.Bagaimana cara mendidik siswa – siswi SMAN 2 Karimun menjadi murid yang berdisiplin?
5.Dimana pengaruhnya yang paling besar, siswa – siswi SMAN 2 Karimun tidak berdisiplin?



C.TUJUAN PENELITIAN
1.Untuk mengetahui penyebab siswa – siswi SMAN 2 Karimun tidak berdisiplin;
2.Untuk menjelaskan siapa – siapa saja yang menangani dan bertanggung jawab terhadap siswa – siswi SMAN 2 Karimun yang tidak sopan;
3.Untuk menjelaskan sebab – sebab ke tidak disiplinan siswa – siswi di SMAN 2 Karimun;
4.Untuk menjelaskan cara atau metode kedisiplinan terhadap siswa – siswi SMAN 2 Karimun;
5.Untuk mengetahui jumlah persent siswa - siswi di SMAN 2 Karimun ini yang tidak berdisiplin.


D.HIPOTESIS
Seandainya rasa kedisiplinan siswa – siswi SMAN 2 Karimun tinggi, maka SMAN 2 Karimun akan lebih dipandang atau di segani pleh sekolah lain, sebab jika SMAN 2 Karimun memiliki rasa kedisiplinan yang kuat berarti siswa – siswi SMAN 2 Karimun telah menaati peraturan dalam berbagai bidang dan lingkungan, baik di bidang waktu, sopan, tata etika, dan lain – lain. Termasuk juga di bidang lingkungan, baik itu di sekolah, di masyarakat maupun di keluarga. Dengan demikian sekolah lain akan menyegani kita, karena tingkat kedisiplinan kita tinggi. Jadi dari sekarang kita harus belajar berdisiplin.



E.LANDASAN TEORI
Landasan teori ini terdiri atas aplikasi kedisiplinan siswa – siswi SMAN 2 Karimun terhadap guru, siswa – siswi terhadap temannya atau siswa – siswi terhadap masyarakat serta keluarga mereka karena siswa – siswi yang menjalankan kedisiplinan tersebut.


F.METODE PENELITIAN
1.Kami bermusyawarah menentukan tema yang sesuai untuk laporan penelitian;
2.Kami membuat kerangka laporan terlebih dahulu;
3.Setelah itu kami mengembangkan kerangka laporan penelitian dengan cara membagi tugas masing – masing; dan
4.Yang terakhir, kami menyusun laporan penelitian dengan teliti



BAB II
PEMBAHASAN


  • Penyebabnya Siswa – Siswi SMAN 2 Karimun tidak berdisiplin

Penyebabnya siswa - siswi tidak berdisiplin karena kurangnya motivasi daru guru disekolah ataupun dari kakak kelas, apabila kakak kelas tidak berdisiplin ( bertingkah laku yang tidak senonoh ) maka adik kelasnya akan mengikuti tingkah laku kakak kelasnya, dengan demikian akan mengakibatkan tercemarnya nama baik SMAN 2 Karimun, jadi dari sekarang kita sebagai siswa – siswi SMAN 2 Karimun, baik kakak kelas atau pun adik kelas, harus bertingkah laku yang baik dan juga harus mengintrofeksi kan diri sendiri.


  • Faktor – Faktor yang mempengaruhi siswa tidak disiplin menurut Shvoong.

Belajar merupakan suatu aktivitas yang menimbulkan perubahan
perilaku baik pengetahuan, sikap dan tingkah laku kea rah kemajuan. Belajar
sebagai proses atau aktivitas diisyaratkan oleh banyak faktor. Terdapat banyak
sekali faktor – faktor yang mempengaruhi belajar. Suryabrata (1995: 249)
mengklasifikasikan faktor – faktor yang mempengaruhi belajar menjadi dua
yaitu faktor yang berasal dari luar diri siswa dan faktor yang berasal dari
dalam diri siswa.
Disiplin turut berpengaruh terhadap hasil belajar. Hal ini dapat terlihat
pada siswa yang memiliki disiplin yang tinggi akan belajar dengan baik dan
teratur dan akan menghasilkan prsetasi yang baik pula. Demikian sebaliknya
faktor – faktor belajar turut berpengaruh terhadap tingkat disiplin individu.
Hal ini dapat dilihat dari penjelasan faktor – faktor yang mempengaruhi
belajar, yaitu sebagai berikut :

1) Faktor yang berasal dari luar diri siswa
Faktor dari luar dibagi menjadi dua bagian yaitu :
a) Faktor non – sosial, seperti keadaan uadara, suhu udara, waktu, tempat
dan alat – alat yang dipakai untuk belajar. Siswa yang memiliki tempat
belajar yang teratur dan memiliki buku penunjang pelajaran cenderung
lebih disiplin dalam belajar. Tidak kalah pentingnya faktor waktu, siswa
yang mampu mengatur waktu dengan baik akan belajar secara terarah dan
teratur.
b) Faktor soial, terdiri atas lingkungan keluarga, lingkungan sekolah,
lingkungan masyarakat dan lingkungan kelompok. Siswa yang tinggal
dalam lingkungan yang tertib tentunya siswa tersebut akan menjalani tata
tertib yang ada di lingkungannya. Seorang guru yang mendidik siswa
dengan disiplin akan cenderung menghasilkan siswa yang disiplin pula.

2) Faktor yang berasal dari dalam diri siswa
Faktor yang berasal dari dalam diri siswa dibagi menjadi dua yaitu
a. Faktor fisiologis, yang termasuk dalam faktor fisiologis antara lain,
pendengaran, penglihatan, kesegaran jani, keletihan, kekurangan gizi,
kurang tidur dan sakit yang di derita. Faktor fisiologis ikut berperan dalam
menentukan disiplin blajar siswa. Siswa yang tidak menderita sakit
cenderung lebih disiplin dibandingkan siswa yang menderita sakit dan
bdannya keletihan.
b. Faktor Psikologis
Faktor psikologis yang dapat mempengaruhi proses belajar antara lain:
(1) Minat
Minat sangat besar pengaruhnya terhadap prsetasi belajar. Seseorang
yang tinggi minatnya dalam mempelajari sesuatu akan dapat meraih
hasil yang tinggi pula. Apabila siswa memiliki minat yang tinggi
terhadap pelajaran akan cenderung disiplin dalam belajar.
(2) Bakat
Bakat merupakan faktor yang besar peranannya dalam proses belajar.
Mempelajari sesuatu sesuai dengan bakatnya akan memperoleh hasil
yang lebih baik.
(3) Motivasi
Motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang
untuk melakukan sesuatu. Fungsi motivasi dalam belajar adalah untuk
memberikan semangat pada seseorang daam belajar untuk mencapai
tujuan.
(4) Konsentrasi
Konsentrasi dapat diartikan sebagai suatu pemusatan energi psikis
yang dilakukan untuk suatu kegiatan tertentu secara sadar terhadap
suatu obyek (materi pelajaran).
(5) Kemampuan kognitif
Tujuan belajar mencakup tiga aspek yaitu kognitif, afektif dan
psikomotor. Namun kemampuan kognitif lebih diutamakan, sehingga
dalam menacapai hasil belajar faktor kemampuan kognitif lebih
diutamakan.

  • Cara mendidik agar siswa – siswi berdisiplin
  • Harus selalu memotivasikan siswa – siswi tersebut.
  • Bagi orang tua nya harus selalu menasehati anaknya.
  • Selalu mengadakan acara ceramah berdisiplin.

Menurut Lara Asih mulya, S.Pd
Solusinya agar siswa tidak dating terlambat ke sekolah, yaitu menyediakan susu yang segar dan roti bakar yang isi nya coklat, diletakkan di meja siswa, tapi siswa yang terlambat maka tidak akan mendapatkan makanan tersebut. Ini memotivasikan siswa agar jangan terbiasa terlambat dating kesekolah.

  • Pengaruhnya yang paling besar, siswa – siswi tidak berdisiplin
  • Pergaulan bebas 60%
  • Lingkungan keluarga 10%
  • Lingkungan masyarakat 20%
  • Lingkungan sekolah 10%
  • Disiplin siswa tergantung disiplin guru menurut Fadhilah

Tuntutan terhadap siswa untuk berdisiplin sangat dituntut oleh sekolah. Untuk menjadikan mereka untuk berdisiplin adalah tugas semua guru dan harus dengan kerja keras. Dan Guru juga harus memberikan contoh terhadap mereka.
Cara membuat siswa berdisiplin :

1.Guru datang lebih dahulu kesekolah dan pulang belakangan dari siswa.
Jika guru bisa datang lebih dulu daripada siswa, maka siswa akan mengikutinya. Selama ini mereka datang terlambat karena mereka sudah terbiasa lambat mengikuti jam pelajaran dan mereka menganggap guru yang bersangkutan belum datang. Jika guru pulang biarkanlah siswa pulang dahulu, biar mereka bisa menilai seorang guru benar-benar bertanggungjawab terhadap mereka selama masih disekolah.

2.Sebelum bel masuk berbunyi guru sudah ada didepan kelas.
Guru harus siap di depan kelas sebelum bel masuk berbunyi. Kalau hal ini dilakukan guru secara rutin niscaya siswa akan terbiasa tepat waktu. Jika gurunya masuk setelah bel berbunyi mereka akan meremehkan kedisiplinan.

3.Jangan tinggalkan kelas saat proses belajar-mengajar berlangsung.
Jarang ditemui dikelas siswa yang tidak ribut ketika guru tidak ada dikelas, maka guru harus berusaha untuk tetap dikelas selama proses belajar-mengajar berlangsung.

4.Jadikan guru sosok disegani, jangan ditakuti (killer).
Seorang guru lebih baik disegani daripada di takuti. Siswa akan sepenuh hati menuruti perintah guru yang disegani tanpa beban. Sebaliknya siswa akan merasa terpaksa menuruti perintah guru yang ditakuti dan tidak ikhlas.

5.Menjadi guru yang menyenangkan.
Jika seorang guru menyenangkan akan lebih mudah mengatur siswa. Siswa tidak akan segan untuk bertanya jika mereka tidak mengerti karena mereka tahu guru tersebut sangat menyenangkan.

6.Memberikan sanksi tidak berlebihan.
Jangan memberikan siswa sanksi yang berlebihan (kontak tubuh) seperti memukul, menampar dll. Berikanlah mereka hukuman berupa kegiatan seperti membersihkan toilet, mencabu rumput, mengisi air bak, berlari mengelilingi sekolah, dijemur ditengah lapangan dll.
Guru dan siswa memiliki hal yang timbal balik. Guru wajib mengajari siswa, siswa berhak mendapatkan pelajaran dari guru. Masalah kedisiplinan juga harus demikian, jangan menimbulkan rasa ketidakadilan bagi siswa. Menciptakan kedisiplinan, guru dan siswa harus bekerjasama.



BAB III
PENELITIAN

A.SUBJEK PENELITIAN
Subjek penelitian adalah permasalahan berdisiplin siswa – siswi di SMAN 2 Karimun.


B.TEMPAT DAN WAKTU PENELITIAN
Penelitian dilaksanakan di SMAN 2 Karimun pada tanggal 15 – 26 February 2011.

C.PROSEDUR PENELITIAN
•Mengumpulkan data – data dari siswa – siswi yang tidak berdisiplin di SMAN 2 Karimun.
•Melakukan Pengamatan sikap disiplin siswa – siswi SMAN 2 Karimun.
•Menentukan beberapa siswa – siswi yang tidak berdisiplin.

D.HASIL PENELITIAN
Penelitian yang saya kerjakan, saya rasa sudah baik, namun pada dasarnya mungkin masih ada kesalahan, tetapi saya berharap semua siswa – siswi SMAN 2 Karimun bisa menjalankan sikap disiplin baik di bidang apapun atau dimanapun.
Laporan penelitian yang kami kerjakan tidak akan berguna jika tidak di jalankan, yaitu termasuk dalam pengembangan ke disiplinan terutama di lingkungan sekolah. Kedisiplinan dapat membuat kita menjadi disegani oleh pihak lain, tetapi jika kita disegani oleh pihak lain, kita tidak boleh sombong. Jadi, berusahalah mengembangkan rasa kedisiplinan mu !

BAB IV
PENUTUP

A.KESIMPULAN
Berdisiplin adalah suatu kegiatan menaati suatu peraturan. Jadi, setiap siswa – siswi SMAN 2 Karimun harus memiliki rasa kedisiplinan yang kuat, terutama terhadap guru disekolah, teman – teman, maupun di lingkungan masyarakat. Kedisiplinan hanya di kembangkan oleh setiap individu yang memiliki rasa kedisiplinan, tetapi yang mengikutinya hanya sebagian kecil saja.

B.SARAN
Sebaiknya kita belajar berdisiplin sejak dini, dari sesuatu yang mudah dahulu, contohnya membuang sampah pada tempatnya, membuat PR di rumah, salam dengan orang tua bila ingin keluar dari rumah, tidak berkata keras dengan orang lain, dan lain sebagainya. Setelah itu kita akan dengan mudah berdisiplin di bidang apapun, serta dilingkungan manapun.
Dengan demikian kita akan memiliki rasa berdisiplin yang cukupkuat, dan kita disegani oleh sekolah manapun.




DAFTAR PUSTAKA
http://laraasih.com/tag/penyebab-ketidak-disiplin-nya-siswa
http://id.shvoong.com/social-sciences/psychology/2114584-faktor-yang-mempengaruhi-disiplin-belajar/
http://fadhilahmpa.blogspot.com/2010/11/disiplin-siswa-tergantung-disiplin-guru.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar